KEMULIAAN MENDIDIK ANAK PEREMPUAN
Memiliki
anak perempuan bukanlah sebuah kekurangan bagi seseorang. Bisa jadi, ia justru
menadi anugrah yang amat terinda baginya, manakala dia bisa menunaikan segala
kewajiban memeliharanya dan mendidik mereka.
Bagi orang tua yang di
anugrahi anak perempuan, Pemberian Allah SWT ini sebernarnya merupakan karunia
yang sangat besar dariNya. Dia bisa berharap janji rosulullah SAW.
“Barang siapa yang
memelihara dua anak perempuan hingga dewasa, dia akan datang pada hari kiamat
dalam keadaan aku dan dia (seperti ini).” Beliau menggabungkan
jari-jemarinya.”(HR.Mualim).
Jika kita cermati,
pendidikan terhadap anak perempuan memiliki peran yang amat strategis. Tentu
saja, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi masyarakat dan
generasinya kelak. Seorang anak perempuan akan menjadi seorang istri bagi
suaminya, akan menjadi Ibu dan pendidik bagi anak-anaknya. Selain itu dian akan
mengemban berbagai tugas lain yang telah menanti.
Jika dia baik, dia
akan menunaikan berbagai perannya dengan baik. Dia akan memberikan dorongan dan
pengaruh yang baik bagi suaminya. Dia akan memelihara serta menjaga fisik dan
psikis anak-anakya, juga mengajari mereka dengan berbagai hal yang positif. Dia
juga akan menjaga kehormatan diri dan keluarga.
Sebaliknya, anak
perempuan yang tak terdidik dengan baik tidak akan bisa membantu dan mendukung
kebaikan kebaikan suaminya. Anak-anaknya pun terlantar, tidak terurus karena
dia tidak mengerti hak anak-anaknya. Tingkah laku anak-anaknya pun akan jauh
dari sebutan berada.
Lebih-lebih lagi, dia
akan menjadi sumber kerusakan yang bisa menghancurkan tatanan masyarakat.
berikut beberapa kewajiban orang tua dalam mendidik anak perempuannya:
1.
Mengajarkan Agama
Bekal yag paling berharga bagi anak-anak,
termasuk anak perempuan adalah agama.
Bahkan seorang wanita dipilih karena agamanya, sebagaimana anjuran Rosulullah
SAW: “ Wanita itu dinikahi karena empat hal : bisa jadi karena hartanya, karena
keturunannya, karena kecantikannya, dan karena Agamanya. Jika dari itu ,
pilihlah wanita yang baik agamanya. Jika tidak, engkau akan celaka”.( HR.
al-Bukhari no. 5090 dan muslim no.3620)
menanamkan agama kepada anak–anak tentu
saha harus bertahap. Pada tahap awal saat anak-anak mulai mengerti pembicaraan,
kita bisa mengenalkan mereka pada rabnya sambil kita katakan ,”Allah”.
Kita tuntun mereka supaya mengucapkan
basmalah sebelum makan dan minum. Ketika mereka mulai bisa memahami, kita ajari
mereka rukun Islam, rukun Iman dan rukun ihsan. Ajarkan atau biasakan untuk
berwudu dan shalat saat erusia 7 tahun. Pisahkan tempat tidur antarlaki-laki
dan anak perempuan. Demikian yang di perintahkan oleh rosulullah shalallahu
alaihi wasalam kepada setiap orang tua. Jika mereka telah mamp, kita latih
mereka supaya berpuasa agar terbiasa ketika dewasa. Selain itu, mereka harus
pula mengetahui perkara-perkara yang harus dijauhi dalam syariat sehingga
mereka dapat menghindarinya.
2.
Memupuk kesadaran mereka sebagai seorang wanita
Sedari awal, anak perempuan harus diberi
pengertian bahwa mereka berbeda dari anak laki-laki. Hal ini yang termudah
untuk mengenalkan perbedaan ini adalah dari sisi pakaian. Mereka dilarang
mengenakan pakaian yang biasa dipakai anak laki-laki. Selain pakaian, sikap dan
perilaku pun demikian. Anak perempuan diajari sikap dan perilaku yang khas anak
perempuan.
Rosullullah SAW melaknat laki-laki
menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki, Jika wanita menyerupai
laki-laki dan laki-laki menyerupai wanita, tentu sunnah yang telah siciptakan
Allah SWT ini akan hilang dan sirna sehingga terjadilah sesuatu yang
bertentangan dengan penciptaan dan hikmah Allah SWT.
3.
membiasakan mereka dengan adab dan akhlak mulia
Seorang muslimah bisa tampil santun dan
penuh pesona manakala dia berpegang dengan adab dan akhlaq yang diajarkan oleh
Islam. Bercermin kepada pribadi Rosulullah SAW, ummahatul mukminin, dan para
shahabiyah.
disamping itu, sejak dini mereka harus
dikenalkan dan dibiaskan dengan adab-adab yang diajarkan oleh islam. Ini sebagaimana dikatakan oleh
sahabat yang mulia, Ali bin Abi Thalib ra : “Ajari mereka adab dan ajarilah mereka ilmu!”.
Adab
terhadap orang tua, tetangga, tamu, adab makan dan minum, adab berpakaian, adab
meminta izin, dan sekian banyak adab yang diajarkan oleh islam hingga yang
sekecil-kecilnya, seperti memotong kuku, membersihkan badan dan pakaian, serta
menunaikan hajat-perlu mereka ketahui dan amalkan. Adab dan akhlak mulia akan
menjadi perhiasan bagi mereka.
4.
membiasakan mereka berpakaian sesuai syarat
Dinasihatkan oleh Fadhailatusy Syaikh al-‘Utsaimi, “Tidak pantas orang
tua memakaikan anak perempuannya pakaian yang terbuka auratnya. Karena jika
terbiasa, hal ini akan melekat dan dianggap remeh olehnya dan akan dianggap
remeh olehnya dan terus dia bawa hingga
dewasa. Hendaknya mereka membiasakan anak-anak perempuan mereka untuk
mengenakan pakaian yang menutup aurat dan senantiasa merasa malu karena malu
itu termasuk keimanan”.
Bahkan kita harus mendorong mereka menutup aurat sejak masih
kanak-kanak agar mereka berbiasa ketika dewasa kelak. Sejak umur tahun kita
biasakan mereka mengenakan kain kerudung untuk menutup kepala, mengenakan
pakaian panjang dan lapang yang akan menjaga kehormatannya.
5.
Mengajari berbagai ketrakmpilan rumah tangga
Anak perempuan harus dibekali dan
dibiasakan melakukan segala pekerjaan rumah. Hal ini nanti akan dibutuhkannya
ketika mulai memasuki rumah tangga bersama suaminya. Banyak hal harus dia
ketahui cara bergaul dengan suami dan mengurus rumah tangga,seperti memasak,
mengatur rumah, dan sebagainya.
Sumber: Buletin
Jum’at edisi Desember 2013








0 komentar:
Posting Komentar