Diberdayakan oleh Blogger.

anda pengunjung ke

RSS
Container Icon

Menyalurkan cinta pada tempatnya


Menyalurkan cinta pada tempatnya

            Jatuh cinta .... berjuta rasanya. Begitu sulit mendefinisikan cinta namun sangat mudah mendeteksinya. Orang-orang yang telah terinfeksi virus cinta akan menampakan gejala luar biasa. Matanya akan bersinar jika menatap si dia, bicaranya gagap seolah lidah kelu enggan bekerjasama. Jantung berdebar ketika membayangkan wajah pujaan hati. Semua yang berkaitan  dengan dia akan tampak sempurna. Penderitaan dalam mengejar cinta pun terasa nikmat.
            Saudaraku muslim yang dirahmati allah, cinta merupakan anugrah dan fitrah bagi manusia. Tanpa cinta, entah bagaimana wajah dunia. Allah telah menanamkan pada manusia kecintaan terhadap lawan jenisnya. Allah bserfirman  (yang artinya), “Di jadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi allah lah tempat kembali yang baik (surga)”. (QS. Ali Imran :14).
            Namun ibarat pisau bermata dua, anugrah terkadang berujung petaka. Jika tidak pandai mengelolanya, maka anugrah yang seharusnya manis akan terasa pahit dan perih. Sedangkan manusia dalam mengekpresikan cinta ini terbagi menjadi dua : kelompok pendulang dosa dan kelompok pendulang pahala.
Kelompok pendulang dosa
            Kelompok pertama ni mengekpresikan cintanya dengan cara yang salah. Mereka menginjak-injak hak Allah dengan mengatasnamakan cinta. Cinta yang mestinya bening dan suci menjadi keruh dan hina. Bukan rahasia lagi kalau remaja kita sebagian besarnya masuk dalam kelompok ini. Mereka memamerkan aktifitas percintaan yang tak bertanggungjawab di depan mata kita. Dari lirik-lirikan sampai mesra-mesraan, dari bergandengan sampai berpelukan.
Kelompok pendulang pahala
            Mereka adalah orang-orang yang tidak mendahului cintanya dengan keharaman. Mereka para lelaki sejati yang mengetuk  pintu saat menawarkan cinta. Mereka para pemuda yang mejaga kehormatanya dan enggan mengobral cinta. Mereka mengikat cintanya dengan akad pernikahan. Kemudian berpacaran sambil mendulang pahala. Siapa sangka begitu banyak pahala yang diraup di sela-sela kemesraan suami istri.
Inilah keindaha Islam, bahkan dalam kesenangan terdapat pahala. Lalu bagaimana amal yang lainnya ? Tentu pahala yang diraup semakin banyak. Maka, menikahlah wahai pemuda, agar engkau bisa berpacaran sambil mendulang pahala.
Putuskan hubunganmu dengan paacarmu, ketuklah pintu rumahnya kemudian temuilah ayahnya agar engkau bisa lekas meminang pujaan hati. Jangan takut dan ragu karena kemiskinan, yakinlah pertolongan Allah segera datang. Nabi telah menjanjikan hal ini dengan sabdanya : “Tiga golongan yang berhak ditollong Allah  : Orang yang berperang di jalan Allah, budak yang menebus dirinya dari tuannya, Orang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatanya dirinya”. (HR. Ibnu Majah dinilai Shahih oleh Syaikh Albani).


sumber:
Ust Robby Aryanto, S.T dalam Buletin At Tuhid

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: