KUMBANG TERPILIH MENYUNTINGMU
Cahaya cinta yang diberkati
Dibalut karunia dan ridha Ilahi
Inilah hari yang dinanti
Ketika madu suci temukan kumbang sejati
Menjaga dan memiliki wangimu dengan nama-Nya
Barakallahulaka sobat
Tibalah waktu
yang ditunggu-tunggu itu !
Wahai sobat terkasih, telah datang seorang pemuda berhati jernih
ke hadapanku. Matanya yang jujur dan lisannya yang santun telah memikatku untuk
bertanya padanya. "Apa yang kau inginkan dari ukti, wahai
ukhi?". Dan ketika dijawabnya bahwa ia inginkan engkau sebagai
pendamping hidupnya untuk bersama-sama mengabdi padaNya, aku bisa tersenyum
lega. Dan saat disampaikannya asa untuk memiliki para generasi rabbani serta
pejuang-pejuang mungil yang akan lahir dari rahim sucimu, aku telah menangis
bahagia di dalam hati. Sungguh, setelah perjuangan beratmu untuk tetap bertahan
ditengah padang yang penuh dengan ilalang liar telah usai, maka sudah waktunya
seekor kumbang yang terpilih datang untuk menyuntingmu.
Dengan pesona wangimu yang suci, serta keanggunan dan kehormatanmu
yang terus kau jaga tanpa cela, telah menempatkan sosokmu pada posisi wanita
yang layak untuk dipilih. Namun satu hal yang perlu kau ingat adalah, bahwa
setelah mekarnya kuntum milikmu itu, maka perjuangan belumlah usai. Pernikahan
adalah sebuah titik balik dimana medan perjuangan sudah berubah. Kau bukan
seorang gadis lagi. Tanggung jawab, atensi serta wilayah perjuanganmu telah
bertambah, kau harus mulai memikirkan keluargamu, anak-anakmu, serta suami.
Maka, pesanku padamu, tetaplah kau jaga semerbak wangi yang telah kau jaga
selama ini.
Semoga Allah Subhaanahu wata'ala
senantiasa merahmati dan memberkahi pernikahanmu, keluargamu serta seluruh
keturunanmu kelak dikemudian hari, sehingga pada waktunya nanti mereka juga
akan tetap mampu menjalani kehidupan diwaktu dan jamannya masingmasing sesuai
dengan jalan Allah Subhaanahu wa ta'ala yang telah ditentukan. Amin ya
rabbal alamiin.







0 komentar:
Posting Komentar