Diberdayakan oleh Blogger.

anda pengunjung ke

RSS
Container Icon

KEMANAKAH MASA DEPAN SANITARIAN



MASA DEPAN SANITARIAN

Kemanakah lulusan Diploma Kesehatan Lingkungan atau Sanitarian ?? Bagi Sanitarian yang baru saja lulus, jangan bangga deh bisa lulus sanitarian, sebelum kamu bisa tau kemana kamu akan berlabuh, di rumahkan? Menikah kah ? bersyukur deh jika kamu yang lulus sanitarian bisa langsung kerja di CV, Indusri, Perusahaan, RS, Balai lab. atau lulus tes CPNS (wah ajaib tuh), tapi inget AMd.KL yang kamu sandang sekarang bener-bener Ahli Madya Kesehatan Lingkungan atau Ahli Madya Kebohongan Lama ...
            What ? ... ;-), Susahnya mencari pekerjaan banyak lulusan sanitarian yang beralih profesi PRT (Pembantu rumah Tangga), asal kamu tau secara tidak sadar kamu yang bejekerja di CV (badan usaha perorangan yang bergerak di bidang sanitasi atau dsb) sudah diperalat jadi mesin pencetak uang sedangkan majikanmu enak-enakan jalan-jalan, shoping. Sementara tenagamu divorsir untuk melakukan aktivitas mulai dari bersih-bersih hingga masih membuat laporan keuangan yang harus kamu lapokan ke majikanmu. Itulah gambaran sepintas tentang kerja di badan usaha perorangan yang bergerak dibidang sanitasi. Sengaja aku menuliskan hal-hal yang pahit agar bisa dijadikan referensi kemana kamu akan melangkah.
            Di CV majikanmu akan lebih tegas dan disiplin lagi jika kamu membuat kesalahan, kamu bisa langsung di pecat. Di RS kamu akan menemukan hal-hal yang berbeda mungkin kamu akan lebih dihargai karena kamu berseragam, Ya  walaupun berawal dari seragam biru-birumu yang kusam waktu kuliah, ...        tapi takapalah... toh nanti  kamu akan merasakan kaum bawahan karena kamu posisinya baru,  pasti akan jadi robot.  Kemanpun kamu akan melangkah akan ada remot kontrolnya, yaitu seniormu, tapi ya siap-siap aja jika kamu malas-malasan akan jadi bahan ejekan, gosipan bahkan hinaan hingga menyebar ke seluruh rumah sakit. Bagaimana dengan Sanitarian PTT, Honoer atau Kontrak ? Lulus pendaftaran seleksi PTT, Honoer , Kontrak atau sejenisnya itu rejekimu, Tapi ya, jangan heran kalau masuknya ada yang dengan uang, jadi ya harus ekstra dong ngumpulin duit buat nyogok tu orang di dinas kesehatan atau BKD ( Maaf ya mas, mbk, pak, bu yang ngerasa disogok dengan uang ... hehe) ;-)   
Jaman sekarang krisis kejujuran, kemana nasib sanitarian yang merindukan lahan yang bersih dari segala ketidakjujuran ??? Bahkan kalau kita berasal dari kalangan bawah yang jauh dari posisi relasi sosial & politik sulit untuk menegakkan derajat hak-hak kita. Tanpa embel-embel keturunan atau kerabat, seperti sebagai istri, anak, atau mantu dari suatu dinasti elit nasional maupun lokal, aktor sanitarian acap kali terdampar ke tepi panggung eksekutif.
            Gimana dengan CPNS ? sama kaya PTT, honorer, kontrak dan sejenisnya Cuma kamu harus kenal sama orang dalem. (katanya), ada beberapa uang sebagai “pelicin”? Cuma kecil kok ... ya paling, 100-200, Paling murah 65-80 juta,
            Harus jual rumah, mobil atau sawah pastinya, Ya bagi yang punya sawah en mobil bagi yang tidak punya ?!?!?, ...;-) So yang paling penting jangan jual diri aja deh... hehe      
            Gimana masih ingin jadi sanitarian? Nyesel nggak udah masuk kuliah sanitarian, udah sampe lulus lagi! udah biaya kuliah mahal, lulusan tetep harus mbayar, kerjaanya seperti PRT, kalo udah PNS gajinya sedikit, gak bisa sertifikasi kaya guru lagi...hemmm jiant ;D)
            Bahkan pada bulan Mei 2013 kemarin Sebelum berangkat keluar kota untuk kerja di instansi pemerntah penulis sempet ketemu sama kakak tingkat se-almamater di dinas tenaga kerja dan transmigrasi profinsi DIY lulusan tahun 2007 yang  notabenenya juga sanitarian yang masih berstatus “Ngangur” . Untuk mengurus AK atau kartu pencari kerja. berikut fotonya :

foto: sanitarian pencari AK/ kartu pencari kerja
             Terus gimana solusinya biar tetep jadi orang yang sukses?? ... Jawabnya adalah cukup dengan ikhtiar dan tawakal kepada Allah Swt. berikut sedikit ulasanya :
            Menurut salah seorang ahli motivasi, ada perbedaan antara percaya dan mempercayakan. Percaya artinya kita yakin bahwa seseorang atau sesuatu punya kemampuan untuk memenuhi harapan kita, namun mempercayakan punya tingkatan yang lebih tinggi yang membuat kita bukan sekedar yakin, namun menyerahkan diri sepenuhnya kepadanya atas apa yang kita yakini. Terkadang dalam pengakuan, kita percaya kepada kebesaran dan kemahakuasaan Allah SWT, namun tidak melakukan penyerahan secara total (mempercayakan) sehingga kita tetap merasa khawatir, gentar ataupun ragu tatkala tak juga datang pertolongan-Nya. Dalam hal ini, nampaknya yang dibutuhkan oleh anda adalah bukan sekedar percaya kepada Allah tapi bagaimana "mempercayakan" sepenuhnya jalannya takdir anda, setelah semua usaha dan do'a yang telah dilakukan. Jika kita benar mengenal Allah maka kita mempercayakan hidup kita di tangan-Nya. Karena di luar semua keterbatasan logika berpikir (kesuksesan menjadi pegawai negri yang anda pikirkan) yang dimiliki maka seharusnya kita tahu bahwa Allah Maha luas pengetahuannya untuk dapat menentukan yang terbaik bagi hidup kita.
Selama memang masih ada kesempatan maka teruslah berusaha sampai tertutup kemungkinan, karena takdir adalah nasib akhir yang kita dapatkan setelah melakukan usaha maksimal dan sikap kita atas hasil akhir inilah yang akan membuktikan apakah kita "percaya" atau “mempercayakan” hidup kita pada Allah. Jika kita "mempercayakan" hasil akhir kepada Allah, maka kita yakin, setelah semua doa dan usaha yang maksimal, maka inilah yang terbaik dari-Nya meski tidak sesuai harapan dan do'a kita.
So, jadilah orang yang “lnovatif”, Manfaatkan kemampuanmu supaya bisa di wujudkan dengan uang.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: