Diberdayakan oleh Blogger.

anda pengunjung ke

RSS
Container Icon

PERGAULAN BEBAS, KOMODITI SAMPAH YANG MEGIURKAN




PERGAULAN BEBAS, KOMODITI SAMPAH YANG MENGIURKAN


           Pergaulan bebas merupakan sebuah produk impor yang merusak teryata telah menjadi komoditi yang cukup laris dikalangan remaja. Apalagi dalih mereka, kalau bukan kemajuan, moderenisasi, kesetaraan gender dan alasan-alasan mengiurkan lainnya. Berbagai penelitian seputar pergaulan bebas dan hubungan diluar nikah dilakukan, baik oleh perorangan ataupun lembaga, dan hasilnya sungguh sangat mengejutkan, “Hampir sebagian besar remaja telah terjerumus didalmnya”.
Kita sedang hidup pada sebuah zaman dimana waktu dan tempat yang seolah telah menjadi sebuah dimensi yang serba mudah diakses. Tak ada yang tak diketahui oleh siapapun tentang sesuatu yang sedang terjadi di belahan bumi pada saat bersamaan. Berbagai macam kecanggihan teknologi telah memungkinkan siapa pun untuk menyampaikan apa yang diinginkan pada orang lain. Termasuk fasilitas Informasi serta telekomunikasi yang telah berkembang dengan sedemikian cepatnya. Maka telepon gengam, televisi, radio, sampai dengan internet telah menjadi sarana yang umum dalam menyebarkan informasi sekaligus propaganda. Arus informasi yang berasal dari segala macam sumber dan kepentingan akan sangat mudah membentuk kepribadian seta pola pikir kita bila tidak memiliki benteng yang kuat. Belum lagi dengan fenomena kemunculan media-media cetak tak bermoral yang semakin hari semakin mudah di temukan di jalanan. Majalah, surat kabar, tabloit, sampai dengan komk dan novel yang berjejer manis Cuma berisikan cerita-cerita hasutan bagi jiwa serta impian semu, itu bisa sangat mudah untuk kita dapatkan disetiap tempat. Akhitnya kenyataan itu hanya semakin menambah runyamnya wajah dunia kita saat ini.
Kitapun juga harus mengerti bahwa masyarakat yang ada disekitar kita adalah sekumpulan orang-orang yang ‘sakit’. Masyarakt yang tampak bai-baik saja itu sebenarnya adalah sebuah bangunan rapuh yang bisa dihempaskan dengan mudah kapan saja, bahkan oleh tiupan angin yang lembut sekalipun.
Ketika tayangan-tayangan televisi serta film-film barat yang sekuler telah menjadi tontonan wajib sekaligus “trade mark” bagi identitas generasi masa kini. Dan tokoh panutan para remaja adalah para bintang film, artis, serta olahragawan yang notabenenya merupakan orang-orang yang mungkin belum merasakan makna hidup sejati. Maka perlahan namun pasti, sebuah peradaban bergeser. Nilai-nilai kehidupan,etika religius serta pola pikir yang sehat sedang terancam keberadaanya untuk kemudian digantikan olen sebuah tatanan serta nilai-nilai baru yang ironisnya merupakan “produk gagal” di negara asalnya. Paham-paham sekulerisme, hedonisme, nihilisme, materialisme serta free sex sesengguhnya merupakan produk sampah dari sebuah peradaban yang mengaku “modern”.
Besarnya angka kriminalitas, semakin tingginya tingkat depresi serta keresahan yang tak tersembuhkan dikalangan masyarakat barat adalah bukti-bukti nyata sekaligus efek langsung dari penerapan sebuah paham-paham tersebut. Dan ketika menyadari bahwa tatanan itu telah gagal, maka merekaberlomba-lomba untuk mencari pasar baru bagi ide–ide sampah tersebut agar laju roda perekonomian serta rencana besar yang sedang mereka susun tetap bisa berjalan sesuai rencana. 
Maka itulah yang sedang kita lihat disekeliling kita hari ini. Wajah barat yang ditiru habis-habisan oleh sebagian anak muda. Citra maju dan modern sepertinya cukup ampuh untuk menarik para remaja itu.Parahnya, melalalui media yang semakin beragam dan canggih, segala macam kegagalan itu bisa tersaji secara apik, indah dan sangat mengiurkan pemirsanya.






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: