Diberdayakan oleh Blogger.

anda pengunjung ke

RSS
Container Icon

Kesehatan Reproduksi Remaja


Remaja adalah generasi muda sebagai harapan masa depan, karena remaja memiliki peran penting dalam melanjutkan pembangunan bangsa Indonesia. Remaja yang berkualitas merupakan potensi sumber daya manusia yang sangat berharga dalam pembangunan apabila di bina dengan baik. Sebaliknya, potensi yang besar tersebut bila tidak di bina dengan baik dapa tmenimbulkan permasalahan yang sangat menghambat pembangunan  dan perkembangan anak itu, untuk itu maka kesehatan reproduksi bagi remaja sangatlah penting.
              Kesehatan reproduksi (kespro) menurut ahli kesehatan adalah keadaan yang menunjukkan keadaan kesehatan fisik, mental, dan social termasuk alat-alat reproduksi serta pengambilan keputusan tentang cara-cara bereprodusi  yang sehat, aman, dan tanggung jawab yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam hal yang berkaitan dengan reproduksi mereka.
              . Kita yang berada di masa remaja ini balajar meninggalkan suatu yang bersifat ke-kanak-kanakan, pada saat yang bersamaan kita mempelajari perubahan pola perilaku dan sikap baru orang dewasa. Selain itu, kita yang remaja ini dihadapkan pada tuntukan yang terkadang bertentangan, baik dari orang tua, guru, temman sebaya. Kita bisa-bisa menjadi binggung karena masing-masing memberikan tuntutan yang berbeda-beda tergantung pada nilai, norma atau standar yang di gunakan.
              Pengaruh informasi global yang semakin mudah di akses justru memancing anak dan remaja untuk mengadaptasi kebiasaan-kebiasaan merokok, meninum minuman beralkohol, penyalahgunaan obat dan sutikan terlarang,   perkelahian remaja atau tawuran. Secara komulatif kebiasaan tersebut akan mempercepat usia awal seksual aktif serta mengarahkan mereka pada kebiasaan berperilaku seksual yang beresiko tinggi. Sebagai contoh kasus-kasus kehamilan yang tidak di kehendaki selalu di pandang dengan muatan-muatan yang sarat dengan moral. Masyarakat cenderung menyalahkan korban bukannya empati. Akibatnya, terjadi stimatisasi dan diskriminasi dan menjadikan kasus ini tabu untuk di bicarakan secara terbuka. Data menunjukan, akibat kehamilan yang tidak di kehendaki ini siswi yang mengalami kehamilan yang tidak di kehendaki ini harus berhenti dari sekolah atau di keluarkan. Pihak sekolah selalu beralasan dengan memberikan izin sekolah bagi siswi hamil, maka nama baik sekolah akan tercemar dan perbuatan tersebut akan di tiru oleh murid-murid lain. Dengan demikian pihak perempuan lah yang paling di rugikan.
              Untuk itu, maka kesehatan reproduksi merupakan proses siklus kehidupan mulai dari remaja, masa reproduksi dan pasca reproduksi. Karena mengingat masalah kesehatan reproduksi remaja sampai lanjut usia merupakan masalah yang penting dan perlu perhatian dan penanganan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: