Diberdayakan oleh Blogger.

anda pengunjung ke

RSS
Container Icon

Perkembangan Pada Anak



Perkembangan Pada Anak



Add caption
Dengan meningkatnya usia anak , rasa canggung bertambah karena mengingat pengalaman pada saat perilaku mereka berada di bawah standart tuntutan social. Hal ini mengakibatkan mereka membesar-besarkan ketakutan pada penilaian orang lain di kemudian hari.Karena rasa canggung dapat membinggungkan anak dan ber bicara terputus-putus ,hal itu sering kali menimbulkan perilaku yang secara socialdinilai kurang baik.
Sejulah studi menunjukan bahwa ingatan tentang rasa terhina dan pengalaman kehilangan diri meningkatkan peran penting dalam peningkatan rasa canggung.Para ramaja dan orang dewasa melaporkan bahwa ingatan seperti itu membentuk dasar konsep diri yang kurang baik.Hal ini mejadi lingkaran satan: semakin kuat ingatan rasa canggung di masa lampau,semakin jelek konsep diri,dan semakin mudah seseorang  menafsirkan reaksi orang lain sebagai hal yang kurang baik,dan kemudian hal ini akan menambah rasa canggung yang baru.
Reaksi paling umum dari rasa malu adalah antara lain muka memerah,tingkah yang gugup,bicara menggagap,dan penghidaran diri dari situasi yang semula membangkitkan emosi – semuanya  juga merupakan cirri khas rasa canggung.Karena reaksi yang sama pada rasa malu dan rasa canggung,maka tidak selalu mudah mengenal apakah perilaku seseorang anak merupakan indikasi rasa malu atau rasa canggung.


RASA KHAWATIR Rasa khawatir biaanya di jelaskan sebagai”khayalan ketakutan” atau “gelisah tanpa alasan”. Tidak seperti ketakutan yang nyata,rasa khawatir tidak langsung di timbulkan oleh rangsangan dalam lingkungan tetapi merupakan produk pikiran anak itu sendiri.Rasa kawatir timbul karena membayangkan situasi berbahaya yang mungkin akan meningkat.Kekhawatiran adalah normal pada masa kanak-kanak,bahkan pada anak anak yang penyesuzinya paling baik sekalipun.

Sebelum anak-anak merasa khawatir,mereka harus mencapai satu tahap perkembangan intelektual yang memunkinkan untuk membayagkan hal-hal yang tidak akan muncul secara sekonyong-konyong.Hal ini tidak akan terjadi sampai menjelang anak mencapai usia 3 tahun.Rasa khawatir menjadi lebih sering terjadi dan lebih kuat dengan semakin besarnya anak.biasanya rasa kekawatiran mencapai puncaknya pada saat hampir mencapai kematangan seksual,dan sesudah itu akan berkurang.Penurunan ini ada kaitanya dengan perkembangan intelektual.Dengan meningkatnya kemampuan berfikir ,anak semakin mamppu mengetahui betapa tidak logisnya kekhawatiran tersebut.
Hal-yang di khawatirkan anak sangat di pengaruhi oleh apa yang bermakna dalam kehidupan mereka pada saat itu.Terlepas dari perbedaan individual yang mencolok,kekhawatiran tertentu di alami oleh anak-anak amerika pada berbagai usia.Kekhawariran yang paling umum berkisar pada masalah dalam rumah,keluarga,hubungan dengan teman sebaya,dan masalah sekolah;yang terahir ini menjadi mencolok dengan perkembangan anak di sekolah.Kekhawatiran umum tentang keluarga berkaitan dengan keluarga,keselamatan anggota keluarga,khawatir terhadap teguran atau hukuman dari ayah atau ibu.Kekhawatiran di sekolah berkisar pada keterlambatan tiba di sekolah, kegagalan dalam uangan atau ujian,mendapat hukuman dari guru ,menulis laporan,ketinggalan pelajaran,Selanjutnya karena penerimaan ke dalam kelompok teman sebaya menjadi semakin penting, maka kekhawatiran tertuju pada masalah penyesiaian social, misalnya bagaimana  caranya untuk menjadi lebih popular.Dengan mulainya peralihan ke masa puber,maka kekhawatiran beralih ke sekitar perkembangan tubuh dan perkembangan yang sesuai dengan jenis kelamin.
Cara anak mengekspresikan kekhawatiran tergantung pada pola kepribadian masing-masing. Anak yang merasa rendah diri dan tidak mampu dan tidak mampu cenderung memendam kekhawatiran mereka,memikirkanya sendiri dan terlalu melebih-lebihkan kekuranganya,sebaliknya anak-anak yanglebih baik penyesuainya cenderung membicarakan kekhawatiranya dengan orang lain yang dia anggap dapat bersikap simpatik,dan dengan ini pula maka peneerimaan sosial mereka akan meningkat.Anak-anak yang berkepribadian ekstrovert dari semua taraf umur leih banyak menceritakan kekhawatiran mereka di bandingkan dengan anak-anak yang berkepribadian introvert.
Bagaimanapun juga,hamper semua anak mengekspresikan kekhawatira mereka melalui wajah.Mereka”tampak khawatir” dan kemudian orang lain tahu bahwa mereka sedang mengalami kekhawatiran.Dengan meningkatnya usia maka anak-anak menyadari bahwa kekhawatiran bukanlah pola emosi yang dapat di terima secara social,sehingga mereka akan berusaha menyembunyikan ekspresi wajah mereka.Meskipun demikian,ada anak-anak yang dengan sengaja berusaha agar tambah khawatir sehingga memperoleh perhatian dan simpati

RASA CEMAS Rasa camas ialah keadaan mental yang tidak enak berkenaan dengan sakit yang mengancam atau yang di bayangkan.Rasa cemas di tandai oleh kekhawatiran,ketidakenakan,dan prarasa yang tidak baik  yang tidak dapat di hidari oleh seseorang; disertai dengan perasaan tidak brdaya karena menemui jalan buntu; dan di sertai pula ketidakmampuan menemukan pemecahan masalah yang di hadapi.Ciri-ciri keadaanmental yang ytidak enak dalam rasa cemas pada suatu saat mungkin meningkat menjadi kecemasan yang di sebut “kecemasan yang menggambang”.Pada kecemasan yang mengambang ini anak mengalami keadaan takut yang ringan  setiap menghadapi situasi yang di bayangkan.
Sebagai rasa khawatir ,rasa cemas lebih ditimbulkan olek sebab yang di bayangkan di bandingkan dengan rasa takut,rasa cemas bersifat lebih samar-smar di bandingkan rasa dengan rasa takut.Tidak seperti rasa takut,rasa cemas tidak di sebabkan oleh situasi yang nyata,tetapi oleh situasi yang di bayangkan.
Sebagaimana rasa khawatir,rasa cemas lebih di timbulkan oleh sebab yang di bayangkan dibandingkan di bandingkan dengan sebab nyata.Meskipun demikian,rasa cemas berbeda dari rasa khawatir dalam dua segi.Pertama,rasa khawatir berkaitan dengan situasi khusus seperti pesta, ujian, atau masalah keuangan; sedangkan rasa cemas adalah keadaan emosi yang bersifat umum.Kedua, rasa khawatir di sebabkan masah obyektif,sedangkan rasa cemas di sebabkan oleh masalah subyektif.
Kecemasan bergantung pada kemampuan membayangkan sesuatu yang tidak tertampung di depan mata, sehingga perasaan ini berkembang lebih kemudian di bandingkan dengan rasa takut.Rasa cemas sering di jumpai pada  masa sekolah awal dan cenderung meningkat pada masa kanak-kanak, terutama dari kelas empat sampai kelas enam sekolah dasar.Pada masa puber rasa cemas tidak berkurang tetapi malah menjadi lebih kuat.Apakah rasa cemas akan berkurang kemudian, sebagian besar bergantung pada lingkungan hidup remaja tersebut,tekanan untuk mencapai sesuatu di luar kemampuan mereka, serta kondisi lainya.
Rasa cemas sering berkembang setelah melalui periode rasa khawatir yang kuat dan sering sehingga melemahkan kepercayaan pada diri sendiri dan menimbulkan perasaan tidak mampu.Rasa cemas ini juga berkembang karena penularan.Jika anak-anak berhubungan terlaru akrab dengan orang-orang yang cemas,-misalnya ibu atau saudaranya mereka mungkin akan menirukan kecemasan. Jika mereka sebelumnya telah menderita rasa cemas, hubungan dengan orang yang cemas cenderung meningkatkan kecamasan.
Dalam bentuk yang lunak,rasa cemas mungkin di ekspresikan dalam perilaku yang mudah di kenal, seperti murung, gugup, mudah tersinggung, tidur yang tidak nyenyak, cepat marah dan kepekaan yang luar biasa terhadap perkataan atau perbuatan orang lan.Anak-anak yang merasa cemas tidak bahagia karemna merasa tidak tentram.Meraka mungkin mempersalahkan diri sendiri karena merasa bersalah atas ketidakmampuan mereka memenuhi harapan orang tua, guru, dan teman sebaya, dan sering merasa kesepian serta disalah mengertikan.Ketidak puasan-Diri yang mereka alami tidak terbatas pada situasi spesifik, tetapi bahkan meluas.
Dalam bentuk yang lebih kuat, rasa cemas mungkin tidak mudah di kenali.Sebagian selubung yang umumnya digunakan oleh anak-anak untuk menyembunyikan rasa cemas.Sebagian besar diantaranya dilakukan secara tak sadar, dan anak-anak itu secara tidak sadar juga membuat diri mereka dan orang lain tidak mengetahui keadaan cemas mereka.

Rasa marah adalah ekspresi yang lebih sering  pada masa kanak-kanak di bandingkan dengan rasa takut. Alasanya ialah karena rangsangan yang menimbulkan rsa marah lebih banyak, dan pada usia dini anak-anak mengetahui bahwa kemarahan adalah cara yang efektif untuk memperoleh perhatian atau memenuhi keinginan mereka. Sebaliknya, reaksi takut semakin berkurang karena kemudiananak-anak menyadari bahwa umumnya tidak ada perlunya merasa takut.
Frekuensi dan intensitas yang dialami anak berbeda-beda. Sebagian anak dat melawan rangsangan yang menimbulkan kemarahan secara lebih baik di bandingkan dengan anak lainya. Kemampuan melawan rangsangan semacam itu pada setiap anak bervariasi yang bergantung pada kebutuhan yang di rintangi, kondisi fisik dan emosi pada saat itu dan situasi dimana rangsangan tu terjadi. Seorang anak anak mugkin  bereaksi dengan kejengkelan sedikit, anak lainnya munkin bereaksi dengan ledakan kemarahan, dan anak lainya lagi mungkin mengasingkan diri dengan menunjukkan kekecewaan yang mendalam dan perasaan tidak mampu.

Rasa cemburu adalah reaksi normal terhadap kehilangan kasih sayang nyata, dibayangkan, atau ancaman kehilangan kasih sayang. Rasa cemburu timbul dari kemarahan yang menmbulkan sikap jengkel dan ditujukan kepada orang lain. Pola rasa cemburu seringkali berasal dari rasa takut yang di kombinasi dengan rasa marah. Orang yang cemburu erasa tidak tentram dalam hubungannya dengan orang yang di cintai dan takut kehilangan status dalam hubungan kasih saying itu. Situasi yang menimbulkan rasa cemburu selalu merupakan situasi social. Tiga sumber utama yang menimbulkan rasa cemburu yang kadarnya bervariasi sesuai tingkatan umur masing-masing: Pertama, rasa cemburu padamasa kanak kanak umumnya ditimbulkan di rumah; artinya timbul dari kondisi yang ada di lingkungan rumah. Karena bayi yang baru lahir meminta banyak waktu dan perhatian ibu maka anak yang lebih tua merasa terbiasa menerima rasa di abaikan.kemudian merasa sakit hati terhadap adik yang baru dan ibunya.
Kedua, situasi di sekolah juga merupakansumber pelbagai kecemburuan bagi anak yag berusia lebih tua.kecemburuan yang berasal dari rumah sering di bawa kesekolah dan mengakibatkan anak-anak memandang setiap orang disana. Rasa cemburu secara normal akan hilang apabila anak-anak berhasil menyesuaikan, tetapi dapat berkobar kembali apabila guru membandingkan  seorang anak dengan teman sekelasnya atau dengan kakaknya.
Ketiga, dalam situasi anak merasa diterlantarkandalam hal kepemilikan benda-benda seperti yang dimiliki anak lain membuat cemburu kepada anak itu. Jenis kecemburuan ini berasal dari rasa iri; yaitu keadaan marah dan kesalahan hati yang ditujukan kepada orang yang memiliki denda yang di irikan.

Dukacita adalah trauma psikis, suatu kesengsaraanemosional yang di sebabkan oleh hilangnya sesuatu yang dicintai.dalam bentuk yang lebih ringan keadaan ini di kenal sebagai kesusahan atau kesedihan. Terlepas dari intensitas umurtatkala hal tersebut di alami, dukacita adalah salah satu dari emosi yang tidak menyenangkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: