Diberdayakan oleh Blogger.

anda pengunjung ke

RSS
Container Icon

SUKSES UAS ABCD


Ujian akhir semester  (Uas) diajukan maupun tidak , tidak akan jadi masalah bagi mahasiswa yang berkarakter pembelajar dan punya komitment selalu belajar. Tipe pelajar ini akan belajar terus-menerus kapanpun dan dimanapun. Motivasi belajar mereka bukan hanya akan ujian. Namun sayang jumlahnya sedikit dibanding mahasiswa yang berkarakter lain. Masih banyak mahasiswa yang belajar hanya karena akan ulangan dan semacamnya. Bagi mahsiswa ini, UAS akan menjadi masalah besar. Untuk mereka tulisan ini di tujukan.

Kiat sukses Uas di singkat dengan akronim alfabetis A B C D E
A.    Antusias
Kata ini berasal dari bahasa asing en ( di dalam ), theos (tuhan), isme (paham). Jadiantisias bermakna “Tuhan ada di dalam diri”. Inalloha ma’anaa.JIka antusias sudah merasuk , maka siapapun akan bersemangat dalam hidup dan menghadapi ujian yang berat sekalipun. Ujian datang di sambut dengan keyakinan bahwa ia mampu menghadapi dengan segenap persiapan. Niat atau motivasi akan selalu menyala dari dalam diri, tidak perlu di ingatkan untuk belajar. Antusias ini menjadi charger  bagi mahsiswa.

B.    Belajar Efektif
Karena waktu di kelas terminal akan terasa sebentar di banding kelas sebelumnya. Bagaimana belajar yang efektif ? Belajarnya fungsionsl dan global, di antaranya metode peta pikiran (mind mipping) sebaiknya di terapkan dalam catatan pribadi dengan tulisan warna-warni. Berbagai  universitas/sekolah telah lama mempersiapkan mahasiswanya dengan drill latihan soal. Kadang di ssrtai dengan uji coba (try out) dan tidak hanya sekali dua kali, namun berkali-kali dengan materi berstruktur dari awal hingga ahir. Try out di buat mirip dengan simulasi. Cara ini di pandang efektif selama mode soal masih tetap pada ranah kognitif.

C.    Cara Mengatur Waktu
Mengingat waktu yang sangat singkat di perkuliahan, sudah seharusnya mahasiswa bias mengatur waktu. Semua di anugerahi waktu yang sama 24 jam dalam sehari semalam, 60 menit dalam satu jamnya, 60 detik dalam setiap menitnya. Namun mengapa hasilnya berbeda?  Tak lain karena mampu atau tidaknya dalam mengatur waktu. Jika mungkin jadikan belajar sebagai hiburan, hingga tak akan merasa tersiksa dengan belajar keras menjelang uas. Refresing memang di perlukan saat suntuk belajar. Namun usahakan tak menyita waktu. Sebab kelak bila menyesal karena tak memanfaatkan waktu secara baik, tak akan bisa di ulangi kembali ke masa lalu.

D.    Do’a dan ibadah
Saat penulis mendampingi  dan membibing mahasiswa, ada yang bertanya, apa doa yang cespleng dan mujarap untuk lulus uas? ketika jenuh mungkin saja pertanyaan ini muncul, hingga perlu jawaban yang tepat. Masalahnya adalah doa apa dan oleh siapa? Tentu doa kesuksesan, doa keselamatan dunia akhirat. Siapa saja yang harus berdoa dan beribadah? Mahasiswa yang bersangkutan orang tua atau keluarga, dan segenap warga kampus. Jika doa bersama ini terlaksana pasti akan menambah ketenangan mahasiswa. Jika jiwa tenang maka separuh kemenangan teraih.

E.    Empati
Doa kita menambah tenang, juga sebagai wujud dari kepedulian mahasiswa. Mahasiswa sangat membutuhkan empati (felling in),minimal sekedar simpati ( felling on) dari orang sekitar. Keluarga dan masyarakat yang empatis akan membantu menciptakan suasana rumah dan lingkungan yang kondusif untuk belajar.


Dengan kelima kiat di atas, semoga sukses

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: