Ujian akhir semester (Uas) diajukan maupun tidak , tidak akan jadi
masalah bagi mahasiswa yang berkarakter pembelajar dan punya komitment selalu
belajar. Tipe pelajar ini akan belajar terus-menerus kapanpun dan dimanapun. Motivasi
belajar mereka bukan hanya akan ujian. Namun sayang jumlahnya sedikit dibanding
mahasiswa yang berkarakter lain. Masih banyak mahasiswa yang belajar hanya
karena akan ulangan dan semacamnya. Bagi mahsiswa ini, UAS akan menjadi masalah
besar. Untuk mereka tulisan ini di tujukan.
Kiat sukses Uas di singkat
dengan akronim alfabetis A B C D E
A.
Antusias
Kata ini berasal
dari bahasa asing en ( di dalam ), theos (tuhan), isme (paham). Jadiantisias bermakna “Tuhan ada di dalam diri”. Inalloha
ma’anaa.JIka antusias sudah merasuk , maka siapapun akan bersemangat dalam
hidup dan menghadapi ujian yang berat sekalipun. Ujian datang di sambut dengan
keyakinan bahwa ia mampu menghadapi dengan segenap persiapan. Niat atau
motivasi akan selalu menyala dari dalam diri, tidak perlu di ingatkan untuk
belajar. Antusias ini menjadi charger
bagi mahsiswa.
Karena waktu di
kelas terminal akan terasa sebentar di banding kelas sebelumnya. Bagaimana belajar
yang efektif ? Belajarnya fungsionsl dan global, di antaranya metode peta
pikiran (mind mipping) sebaiknya di
terapkan dalam catatan pribadi dengan tulisan warna-warni. Berbagai universitas/sekolah telah lama mempersiapkan mahasiswanya
dengan drill latihan soal. Kadang di ssrtai dengan uji coba (try out) dan tidak hanya sekali dua
kali, namun berkali-kali dengan materi berstruktur dari awal hingga ahir. Try out di buat mirip dengan simulasi.
Cara ini di pandang efektif selama mode soal masih tetap pada ranah kognitif.
C. Cara Mengatur Waktu
Mengingat waktu yang sangat singkat di perkuliahan, sudah
seharusnya mahasiswa bias mengatur waktu. Semua di anugerahi waktu yang sama 24
jam dalam sehari semalam, 60 menit dalam satu jamnya, 60 detik dalam setiap
menitnya. Namun mengapa hasilnya berbeda? Tak lain karena mampu atau tidaknya dalam
mengatur waktu. Jika mungkin jadikan belajar sebagai hiburan, hingga tak akan
merasa tersiksa dengan belajar keras menjelang uas. Refresing memang di
perlukan saat suntuk belajar. Namun usahakan tak menyita waktu. Sebab kelak
bila menyesal karena tak memanfaatkan waktu secara baik, tak akan bisa di
ulangi kembali ke masa lalu.
D. Do’a dan ibadah
Saat penulis mendampingi dan membibing mahasiswa, ada yang bertanya,
apa doa yang cespleng dan mujarap untuk lulus uas? ketika jenuh mungkin saja
pertanyaan ini muncul, hingga perlu jawaban yang tepat. Masalahnya adalah doa
apa dan oleh siapa? Tentu doa kesuksesan, doa keselamatan dunia akhirat. Siapa
saja yang harus berdoa dan beribadah? Mahasiswa yang bersangkutan orang tua
atau keluarga, dan segenap warga kampus. Jika doa bersama ini terlaksana pasti
akan menambah ketenangan mahasiswa. Jika jiwa tenang maka separuh kemenangan
teraih.
E. Empati
Doa kita menambah tenang, juga sebagai wujud dari kepedulian
mahasiswa. Mahasiswa sangat membutuhkan empati (felling in),minimal sekedar simpati ( felling on) dari orang sekitar. Keluarga dan masyarakat yang
empatis akan membantu menciptakan suasana rumah dan lingkungan yang kondusif
untuk belajar.








0 komentar:
Posting Komentar