Diberdayakan oleh Blogger.

anda pengunjung ke

RSS
Container Icon

TUBERCULOSIS PARU


TUBERCULOSIS PARU

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC terutama menyerang paru-paru sebagai tempat infeksi primer. Selain itu, TBC dapat juga menyerang kulit, kelenjar limfe, tulang, dan selaput otak. Infeksi awal biasanya terjadi 2-10 minggu setelah pemajanan. Individu kemudian dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau ketidakefektifan respon imun.
            TB paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang merupakan batang aerobic tahan asam yang tumbuh lambat dan sensitive terhadap panas dan sinar UV. Bakteri yang jarang sebagai penyebab, tetapi pernah terjadi adalah M. Bovis dan M. Avium. TBC menular melalui droplet infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat. Penularan penyakit ini karena kontak dengan dahak atau menghirup titik-titik air dari bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kuman tuberkulosis.
Mycobakterium tuberculosismempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan (Basil Tahan Asam). Kuman TB paru cepat mati dengan sinar matahari langsung tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembek. Dalam jaringan tubuh, kuman ini dapat dorman selama beberapa tahun. Kuman dapat disebarkan dari penderita TB BTA positif kepada orang yang berada disekitarnya, terutama yang kontak erat.
            TB paru merupakan penyakit yang sangat infeksius. Seorang penderita TB paru dapat menularkan penyakit kepada 10 orang di sekitarnya. Menurut perkiraan WHO, 1/3 penduduk dunia saat ini telah terinfeksi M. tuberculosis. Kabar baiknya adalah orang yang terinfeksi M. tuberculosis tidak selalu menderita penyakit TBC. Dalam hal ini, imunitas tubuh sangat berperan untuk membatasi infeksi sehingga tidak bermanifestasi menjadi penyakit TBC.
            Penderita TB paru akan mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti batuk berdahak kronis, demam subfebril, berkeringat tanpa sebab di malam hari, sesak napas, nyeri dada, dan penurunan nafsu makan. Semuanya itu dapat menurunkan produktivitas penderita bahkan kematian.
Gejala Umum :
ü  Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 minggu atau lebih
Terjadi karena adanya infeksi pada bronkus. Sifat batuk dimulai dari batuk kering kemudian setelah timbul peradangan menjadi batuk produktif (menghasilkan sputum). Pada keadaan lanjut berupa batuk darah karena terdapat pembuluh darah yang pecah. Kebanyakan batuk darah pada ulkus dinding bronkus.
Gejala lain yang sering dijumpai :
ü  Dahak bercampur darah
ü   Batuk darah
ü  Sesak nafas
Sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah setengah bagian paru.
 Nyeri dada
Timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura (menimbulkan pleuritis).
               Malaise
Dapat berupa anoreksia, tidak ada nafsu makan, berat badan turun, sakit kepala,meriang, nyeri otot, keringat malam.
Gejala-gejala tersebut diatas dijumpai pula pada penyakit paru selain TBC. Oleh sebab itu orang yang datang dengan gejala diatas harus dianggap sebagai seorang “suspek tuberkulosis” atau tersangka penderita TB, dan perlu dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung. Selain itu, semua kontak penderita TB Paru BTA positif dengan gejala sama, harus diperiksa dahaknya.
            Penularan penyakit ini karena kontak dengan dahak atau menghirup titik-titik air dari bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kuman tuberkulosis.
           
1. Faktor Penyebab :
            Penyebab penyakit ini adalah bakteri kompleks Mycobacterium tuberculosis. Mycobacteria termasuk dalam famili Mycobacteriaceae dan termasuk dalam ordo Actinomycetales. kompleks Mycobacterium tuberculosis meliputi M. tuberculosis, M. bovis, M. africanum, M. microti, dan M. canettii. Dari beberapa kompleks tersebut, M. tuberculosis merupakan jenis yang terpenting dan paling sering dijumpai.
            M.tuberculosis berbentuk batang, berukuran panjang 5µ dan lebar 3µ, tidak membentuk spora, dan termasuk bakteri aerob. Mycobacteria dapat diberi pewarnaan seperti bakteri lainnya, misalnya dengan Pewarnaan Gram. Namun, sekali mycobacteria diberi warna oleh pewarnaan gram, maka warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan asam. Oleh karena itu, maka mycobacteria disebut sebagai Basil Tahan Asam atau BTA. Beberapa mikroorganisme lain yang juga memiliki sifat tahan asam, yaitu spesies Nocardia, Rhodococcus, Legionella micdadei, dan protozoa Isospora dan Cryptosporidium.Pada dinding sel mycobacteria, lemak berhubungan dengan arabinogalaktan dan peptidoglikan di bawahnya. Struktur ini menurunkan permeabilitas dinding sel, sehingga mengurangi efektivitas dari antibiotik. Lipoarabinomannan, suatu molekul lain dalam dinding sel mycobacteria, berperan dalam interaksi antara inang dan patogen, menjadikan M. tuberculosis dapat bertahan hidup di dalam makrofag.

2. Interaksi Host, Agent, dan Environmentnya :
v  Host                 : Manusia
v  Agent               : Bakteri Mycobacterium tuberculosis
v  Environment   :
Ø  Fisik = iklim (kemarau dan hujan), kota dan desa
Ø    Sosial = lingkungan kerja, wilayah tempat tinggal, kepadatan                     penduduk.
Bentuk interaksinya :
a)    Apabila manusia (host) lebih meningkatkan kebersihan diri (hygiene personality) dan keadaan lingkungan (secara fisik maupun sosial) baik untuk menekan pertumbuhan bakteri, maka Mycobacterium tuberculosis (agent) pun dapat dikendalikan sehingga penyebaran penyakit Tb. paru menurun, begitu pula sebaliknya.
b)    Apabila bakteri Mycobacterium tuberculosis (agent) hidup dalam keadaan lingkungan (environment) yang baik dan mendukung untuk berkembang  , maka manusia (host) akan lebih rentan penyakit Tb. paru sehingga penyebaran penyakitnya pun akan sulit untuk dikendalikan, begitu pula sebaliknya.
c)    Apabila manusia (host) mempunyai sistem imun yang baik dan hidup pada kondisi lingkungan (environment) yang bersih dan layak, maka petumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis (agent) dapat ditekan, sehingga penyakit Tb. paru akan mengalami penurunan.

 3. Riwayat Alamiah Penyakit :
a. Tahap prepatogenesis
       M.tuberculosis ditularkan dari orang ke orang melalui jalan napas. Kuman dibatukkan atau dibersinkan keluar menjadi droplet nuclei dalam udara. Tergantung dengan sistem imun yang dimiliki, apabila seseorang mempunyai daya tahan tubuh yang baik maka bakteri Mycobakterium tuberculosisyang menyerang dalam tubuh akan  melemah dan tidak dapat berkembang, namun apabila daya tahan tubuh seseorang tidak stabil maka bibit penyakit akan menjadi lebih ganas.
b. Tahap patogenesis
1.    Tahap inkubasi      
Gejala utama tuberkulosis ialah batuk selama 2 - 10 minggu atau lebih.
2.    Tahap penyakit dini
Seseorang akan mengalami batuk berdahak, dan biasanya bercampur darah, malaise, gejala flu, demam derajat rendah, nyeri dada, dan batuk darah. Pada pemeriksaan fisis dapat ditemukan tanda-tanda infiltrat (redup, bronkial, ronkhi basah), tanda-tanda penarikan paru, diaphragma, dan mediastinum, sekret di saluran napas, suara napas amporik karena adanya kavitas yang berhubungan langsung dengan bronkus.Basil tuberculosis menyebabkan suatu reaksi jaringan yang aneh di dalam paru-paru meliputi : penyerbuan daerah terinfeksi oleh makrofag, pembentukan dinding di sekitar lesi oleh jaringan fibrosa untuk membentuk apa yang disebut dengan tuberkel. Banyaknya area fibrosis menyebabkan meningkatnya usaha otot pernafasan untuk ventilasi paru dan oleh karena itu menurunkan kapasitas vital, berkurangnya luas total permukaan membrane respirasi yang menyebabkan penurunan kapasitas difusi paru secara progresif, dan rasio ventilasi-perfusi yang abnormal di dalam paru-paru dapat mengurangi oksigenasi darah.
3.    Tahap penyakit lanjut
Seseorang yang sudah terkena/terinfeksi Tb paru harus segera diberikan pengobatan. Untuk pemberian obat setaip orang berbeda-beda tergantung daya tahan tubuh yang dimiliki.
4.    Tahap penyakit akhir
Berakhirnya perjalanan penyakit dapat berada dalam lima pilihan keadaan, yaitu sembuh sempurna, sembuh dengan cacat, karier, penyakit tetap berlangsung secara kronik dan diakhiri dengan kematian.

 4. Model Epidemiologi yang digunakan :
Model Epidemiologi yang digunakan adalah segitiga. Karena penyakit Tb paru ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jenis penyakit ini termasuk jenis yang menular.
                                                                                   
  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: