TUBERCULOSIS PARU
Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis. TBC terutama menyerang paru-paru sebagai tempat infeksi
primer. Selain itu, TBC dapat juga menyerang kulit, kelenjar limfe, tulang, dan
selaput otak. Infeksi awal biasanya terjadi 2-10 minggu setelah pemajanan.
Individu kemudian dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau
ketidakefektifan respon imun.
TB
paru disebabkan oleh Mycobakterium
tuberculosis yang merupakan batang aerobic tahan asam yang tumbuh lambat
dan sensitive terhadap panas dan sinar UV. Bakteri yang jarang sebagai
penyebab, tetapi pernah terjadi adalah M. Bovis dan M. Avium. TBC
menular melalui droplet infeksius yang terinhalasi oleh orang sehat. Penularan
penyakit ini karena kontak dengan dahak atau menghirup titik-titik air
dari bersin atau batuk dari orang yang
terinfeksi kuman tuberkulosis.
Mycobakterium
tuberculosismempunyai sifat khusus yaitu tahan
terhadap asam pada pewarnaan (Basil Tahan Asam). Kuman TB paru cepat mati
dengan sinar matahari langsung tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di
tempat yang gelap dan lembek. Dalam jaringan tubuh, kuman ini dapat dorman
selama beberapa tahun. Kuman dapat disebarkan dari penderita TB BTA positif
kepada orang yang berada disekitarnya, terutama yang kontak erat.
TB paru merupakan penyakit yang
sangat infeksius. Seorang penderita TB paru dapat menularkan penyakit kepada 10
orang di sekitarnya. Menurut perkiraan WHO, 1/3 penduduk dunia saat ini telah
terinfeksi M. tuberculosis. Kabar baiknya adalah orang yang terinfeksi M.
tuberculosis tidak selalu menderita penyakit TBC. Dalam hal ini, imunitas
tubuh sangat berperan untuk membatasi infeksi sehingga tidak bermanifestasi
menjadi penyakit TBC.
Penderita TB paru akan mengalami
berbagai gangguan kesehatan, seperti batuk berdahak kronis, demam subfebril,
berkeringat tanpa sebab di malam hari, sesak napas, nyeri dada, dan penurunan
nafsu makan. Semuanya itu dapat menurunkan produktivitas penderita bahkan
kematian.
Gejala Umum
:
ü
Batuk terus
menerus dan berdahak selama 3 minggu atau lebih
Terjadi karena adanya infeksi pada bronkus. Sifat batuk
dimulai dari batuk kering kemudian setelah timbul peradangan menjadi batuk
produktif (menghasilkan sputum). Pada keadaan lanjut berupa batuk darah karena
terdapat pembuluh darah yang pecah. Kebanyakan batuk darah pada ulkus dinding
bronkus.
Gejala lain
yang sering dijumpai :
ü
Dahak
bercampur darah
ü Batuk darah
ü Sesak nafas
Sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah
lanjut dimana infiltrasinya sudah setengah bagian paru.
Nyeri dada
Timbul bila
infiltrasi radang sudah sampai ke pleura (menimbulkan pleuritis).
Malaise
Dapat berupa
anoreksia, tidak ada nafsu makan, berat badan turun, sakit kepala,meriang,
nyeri otot, keringat malam.
Gejala-gejala tersebut diatas dijumpai pula pada
penyakit paru selain TBC. Oleh sebab itu orang yang datang dengan gejala diatas
harus dianggap sebagai seorang “suspek tuberkulosis” atau tersangka penderita
TB, dan perlu dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung. Selain
itu, semua kontak penderita TB Paru BTA positif dengan gejala sama, harus
diperiksa dahaknya.
Penularan penyakit ini karena kontak
dengan dahak atau menghirup titik-titik air
dari bersin atau batuk dari orang yang
terinfeksi kuman tuberkulosis.
Penyebab penyakit ini adalah
bakteri kompleks Mycobacterium tuberculosis. Mycobacteria termasuk dalam
famili Mycobacteriaceae dan termasuk dalam ordo Actinomycetales. kompleks Mycobacterium
tuberculosis meliputi M. tuberculosis, M. bovis, M.
africanum, M. microti, dan M. canettii. Dari beberapa
kompleks tersebut, M. tuberculosis merupakan jenis yang terpenting dan
paling sering dijumpai.
M.tuberculosis
berbentuk batang, berukuran panjang 5µ dan lebar 3µ, tidak membentuk spora, dan
termasuk bakteri aerob. Mycobacteria dapat diberi pewarnaan seperti bakteri
lainnya, misalnya dengan Pewarnaan Gram. Namun, sekali mycobacteria diberi
warna oleh pewarnaan gram, maka warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan
asam. Oleh karena itu, maka mycobacteria disebut sebagai Basil Tahan Asam atau
BTA. Beberapa mikroorganisme lain yang juga memiliki sifat tahan asam, yaitu
spesies Nocardia, Rhodococcus, Legionella micdadei, dan
protozoa Isospora dan Cryptosporidium.Pada dinding sel
mycobacteria, lemak berhubungan dengan arabinogalaktan dan peptidoglikan di
bawahnya. Struktur ini menurunkan permeabilitas dinding sel, sehingga
mengurangi efektivitas dari antibiotik. Lipoarabinomannan, suatu molekul lain
dalam dinding sel mycobacteria, berperan dalam interaksi antara inang dan
patogen, menjadikan M. tuberculosis dapat bertahan hidup di dalam makrofag.
2.
Interaksi Host, Agent, dan Environmentnya :
v Host : Manusia
v Environment :
Ø Fisik
= iklim (kemarau dan hujan), kota dan desa
Ø Sosial = lingkungan kerja, wilayah tempat
tinggal, kepadatan penduduk.
Bentuk interaksinya :
a) Apabila
manusia (host) lebih meningkatkan kebersihan diri (hygiene personality) dan
keadaan lingkungan (secara fisik maupun sosial) baik untuk menekan pertumbuhan
bakteri, maka Mycobacterium tuberculosis (agent) pun dapat dikendalikan
sehingga penyebaran penyakit Tb. paru menurun, begitu pula sebaliknya.
b) Apabila
bakteri Mycobacterium tuberculosis (agent) hidup dalam keadaan
lingkungan (environment) yang baik dan mendukung untuk berkembang , maka manusia (host) akan lebih rentan penyakit
Tb. paru sehingga penyebaran penyakitnya pun akan sulit untuk dikendalikan,
begitu pula sebaliknya.
c) Apabila
manusia (host) mempunyai sistem imun yang baik dan hidup pada kondisi
lingkungan (environment) yang bersih dan layak, maka petumbuhan bakteri Mycobacterium
tuberculosis (agent) dapat
ditekan, sehingga penyakit Tb. paru akan mengalami penurunan.
3. Riwayat Alamiah Penyakit :
a. Tahap prepatogenesis
M.tuberculosis ditularkan dari orang ke orang melalui jalan
napas. Kuman dibatukkan atau dibersinkan keluar menjadi droplet nuclei dalam
udara. Tergantung dengan sistem imun yang dimiliki, apabila seseorang mempunyai
daya tahan tubuh yang baik maka bakteri Mycobakterium tuberculosisyang menyerang dalam tubuh akan melemah dan tidak dapat berkembang, namun
apabila daya tahan tubuh seseorang tidak stabil maka bibit penyakit akan menjadi
lebih ganas.
b. Tahap patogenesis
1. Tahap
inkubasi
Gejala
utama tuberkulosis ialah batuk selama 2 - 10 minggu atau lebih.
2. Tahap
penyakit dini
Seseorang
akan mengalami batuk berdahak, dan biasanya bercampur darah,
malaise, gejala flu, demam derajat rendah, nyeri dada, dan batuk darah. Pada
pemeriksaan fisis dapat ditemukan tanda-tanda infiltrat (redup, bronkial,
ronkhi basah), tanda-tanda penarikan paru, diaphragma, dan mediastinum, sekret
di saluran napas, suara napas amporik karena adanya kavitas yang berhubungan
langsung dengan bronkus.Basil tuberculosis
menyebabkan suatu reaksi jaringan yang aneh di dalam paru-paru meliputi :
penyerbuan daerah terinfeksi oleh makrofag, pembentukan dinding di sekitar lesi
oleh jaringan fibrosa untuk membentuk apa yang disebut dengan tuberkel.
Banyaknya area fibrosis menyebabkan meningkatnya usaha otot pernafasan untuk
ventilasi paru dan oleh karena itu menurunkan kapasitas vital, berkurangnya
luas total permukaan membrane respirasi yang menyebabkan penurunan kapasitas
difusi paru secara progresif, dan rasio ventilasi-perfusi yang abnormal di
dalam paru-paru dapat mengurangi oksigenasi darah.
3. Tahap penyakit lanjut
Seseorang
yang sudah terkena/terinfeksi Tb paru harus segera diberikan pengobatan. Untuk
pemberian obat setaip orang berbeda-beda tergantung daya tahan tubuh yang
dimiliki.
4.
Tahap
penyakit akhir
Berakhirnya perjalanan penyakit dapat
berada dalam lima pilihan keadaan, yaitu sembuh sempurna, sembuh dengan cacat,
karier, penyakit tetap berlangsung secara kronik dan diakhiri dengan kematian.
4. Model Epidemiologi yang digunakan :
Model
Epidemiologi yang digunakan adalah segitiga. Karena penyakit Tb paru ini
disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jenis penyakit ini termasuk jenis yang
menular.







0 komentar:
Posting Komentar