Diberdayakan oleh Blogger.

anda pengunjung ke

RSS
Container Icon

STERILISASI ALAT / BAHAN



STERILISASI ALAT / BAHAN
DASAR TEORI
               Sterilisasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membebaskan alat, barang atau bahan dari mikroorganisme hidup termasuk bakteri atau sporanya, atau usaha yang dilakukan untuk membunuh atau menghancurkan mikroorganismedan atau sporanya dari alat / bahan yang disteril.
Metode Sterilisasi:
1.      Fisik
a.       Pemanasan:
1)      Pemanasan kering:
a)      Dengan pemijaran: ose, nald ( jarum penanam ), spatel dari kawat dibakar pada nyala api spritus sampai membara.
b)      Dengan pembakaraN: pincet, pisau, gunting, obyek glass, mulut tabung /botol dilewatkan atau dibakar pada nyala api spritus tidak sampai membara.
c)      Dengan hot air oven sumber panas dari listrik: petridish, tabung yang telah ditutup kapas, botol yang telah ditutup kapas, pipet-pipet dengan suhu, waktu:
120°C ; 8 jam
140°C ; 2 ½ jam
160°C ; 1jam
170°C ; 40 menit
180°C ; 20 menit
2)      Pemanasan basah:
a)      Temperature dibawah 100°C
·         Sterilisasi ini disebut pasteurisasi, biasanya untuk sterilisasi susu: untuk mematikan bentuk bakteri vegetative yang sering dijumpai didalam susu segar.
·         Dipanaskan dimasak pada suhu 60°C - 70°C selam 30 menit.
·         Untuk vaccine dipanaskan didalam waterbath 60°-70°C sampai 1 jam.
b)      Temperatur 100°C
·         Air mendidih: pemanasan 5 sampai 10 menit, mematikan hampir semua bakteri yang tidak membentuk spora dan sebagian kecil spora, yang dapat disteril  dengan cara ini adalah alat-alat yang tidak rusak pada pemanasan; gunting, pisau, pinset.
·         Uap air mendidih.
c)      Temperatur  lebih dari 100°C, digunakan autoclave dengan tekanan uap lebih dari  1 atm dilakukan pada suhu 121°C selama 15 sampai 20 menit  misal media:
·         Radiasi : Sinat Ultraviolet, X, gamma dan ion.
·         Filterasi: Berkefald ( tanah liat ), seitz, (asbes), Serbuk gelas, cellulose membrane filter.
2.      Kimia
Menggunakan bahan-bahan kimia antara lain desinfektan dan anti septic.
Desinfeksiadalah bahan kimia yang digunakan untuk sterilisasi alat-alat, barang-barang, dapat membunuh bakteri tetapi tidak menjamin alat atau baranng itu steril.
Antiseptik adalah bahankimia yang digunakan untuk sterilisasi bahan-bahan cair (vaccen, serum) membunuh bakteri dan menjamin bahan itu selalu steril. 
   ALAT dan BAHAN
1.      Pipet Ukur
2.      Petridish
3.      Botol sampel air dengan pemberat
4.      Botol sampel air tanpa pemberat
5.      Labu Erlenmeyer
6.      Larutan pengenceran
7.      Tabung Reaksi
8.      Beker Glass
9.      Autoclave
     10.  Oven  
   CARA KERJA
·      Persiapan alat yang akan digunakan
1.      Pipet steril          
a)    Pipet ukur dalam keadaan bersih dan kering, diberi sedikit kapas atau disumbatkan pada bagian lubang atas ( untuk mencegah  agar tidak terkontaminasi pada waktu menghisap sampel ). Pipet dibungkus secara keseluruhan dengan kertas samak dengan cara dililitkan memutar sampai menyelubungi keseluruhan dari pada pipet tersebut.
b)  Sisa kertas diputar-putar sampai benar-benar menutupi lubanng atas pipet tersebut . Disterilkan dalam oven suhu 110°C - 120°C selama 18-24 jam
2.      Petridish
a)    Petridish diambil yang sudah bersih dan kering sebanyak 5 buah, dibungkus keseluruhannya (ditumpuk jadi satu ) dengan menggunakan kertas samak, pembungkusan seperti membungkus kado tetapi tidak perlu diikat atau dilem sisa kertas pada kedua sisinya dilipatkan kebelakang.
b)    Siap dusterilkan kedalam oven 110°C-120°C selama 18-24 jam
3.      Botol sampel air dengan pemberat
a)    Menyiapkan botol sampel yang bersih dan kering.
b)    Tali kenur, dirapikan atau diatur supaya mudah untuk ditarik atau dilepas.
c)    Botol ditutup lalu dibungkus secara keseluruhan dengan kertas samak yang rapat seperti kado, diikat dengan benang kenur ( jangan diikat mati ).
d)   Siap disterilkan kedalam oven 110°C - 120°C selama 18-24jam.
4.      Botol sampel air biasa ( tanpa pemberat ) / labu Erlenmeyer
a)    Siapkan botol sampel yang bersih dan kering, sumbat mulut botol dengan kapas bersih  dibungkus dengan kertas paying pada bagian mulut botol, diikat dengan benang atau tali raffia.
b)    Siap disterilkan kedalam oven 110°C - 120°C selama 18 – 24 jam
5.      Larutan pengenceran 9ml
a)    Menyiapkan 10 tabung reaksi yang bersih dan kering, letakkan pada rak tabung reaksi tersebut dan masing-masing tabung diisi dengan pengencer /aquades 9ml.
b)   Menyumbat tabung-tabung tersebut dengan kapas yang rapi dimasukkan jadi satu dalam beker glass.
c)    Menutup dengan kertas samak diikat denngan tali kenur.
d)   Siap disterilkan kedalam oven 110°C - 120°C selama 18-24 jam.
     KESIMPULAN
1)      Sterilisasi alat untuk digunakan dalam praktikum mikrobiologi sangatlah penting agar sampel yang akan dilakukan pemeriksaan tidak terkontaminasi oleh bakteri-bakteri lain.
2)      Sterilisasi alat atau bahan yang benar adalah kunci keberhasilan dalam melakukan pemeriksaan sampel dalam mikrobiologi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL AIR



TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL AIR

1          TUJUAN
Mahasiswa dapat melakukan pengambilan sampel air untuk pemeriksaan mikrobiologi.

2         DASAR TEORI
Sampel air sangat dibutuhkan untuk hampir seluruh kejadian kasus penyakit. Sampel air dapat digunakan untuk analisis kimia air seperti pH, oksigen, BOD,  total disolved solid, Amoniak, nitrat, nitrit, phosfat, logam berat, residu pestisida dan lain-lain yang sangat mendukung dalam diagnosa penyakit. Ph, oksigen dan suhu sebaiknya diperiksa secara langsung di lokasi karena kemungkinan akan terjadi perubahan selama proses transportasi. Jumlah sampel yang diperlukan yang diperlukan untuk analisis ph dan oksigen sedikitnya sebanyak 300 ml serta tidak mengandung gelembung udara di dalamnya. Botol sampel kemudian ditutup rapat, disegel dan ditutup dengan alumunium foil agar terhindar dari cahaya matahari. Untuk pemeriksaan nitrat, nitrit dan amonium, harus diperiksa dengan segera atau dibekukan secepatnya karena senyawa ini memliki ion yang labil. 20 ml sampel cukup untuk ketiga uji ini dan jangan mengisi botol sampel secara penuh.
Sampel air juga digunakan untuk pemeriksaan mikrobiologi dan kelimpahan mikroalga. Sedikitnya diperlukan air sebanyak 200 ml untuk analisis mikrobiologi. Sampel di simpan dalam suhu 40C dan diperiksa dalam kurun waktu 24 jam. Botol sampel untuk pemeriksaan mikrobiologi harus memiliki tutup yang rapat untuk menghindari kontaminasi dan tahan terhadap proses sterilisasi. Sampel untuk analisis kelimpahan alga dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Pengambilan sampel harus mewakili berbagai tingkat kedalaman perairan. Sedikitnya diperlukan sampel sebanyak 1 L air untuk analisis alga secara kunantitatif. Lakuakn analisis secepatnya selama organisme masih hidup. Apabila tidak  dapat melakuakn pemeriksaan secepatnya, lakukan pengawetan/ preservasi sampel menggunakan 3% phosphat buffered glutaraldehyde, 2% formalin atau larutan lugol (100g Kl, 1000 ml aquades, 50 g kristal iodine dan 100 ml asam asetat gladal).
Persiapan, pengambilan dan penyimpanan sampel air berbeda tergantung pada jenis analisis yang diperlukan. Botol sampel yang digunakan untuk pengambilan sampel air biasanya berbahan polyethylene. Terdapat 4 tipe persiapan sebelum melakukan pengambilan sampel air, yaitu:
1.      Pencucian dan pembilasan botol sampel dengan air yang akan diambil sampelnya. Hal ini berfungsi untuk meminimalisir kontaminasi sampel dari dalam kontainer. Perlakuan ini dilakuakan untuk analisis TDS, TSS, DO dan BOD.
2.      Pencucian dengan menggunakan cairan yang bersifat asam untuk analisis logam berat pada sampel.
3.      Pencucian menggunakan larutan organik misalnya hexane untuk analisis hydrocarbon dan residu pestisida.
4.      Sterilisasi botol sampel untuk analisis mikrobiologi. Untuk analisis mikrobiologi, pestisida dan logam berat, jangan melakukan pencucian botol sampel dengan air yang akan diambil sampelnya.
Untuk  melakukan pengambilan sampel air, diusahakan jangan terdapat gelembung udara pada sampel, lindungi sampel dari cahaya untuk analisis oksigen, BOD dan pestisida dengan menggunakan botol berwarna gelap atau menutupnya dengan menggunakan alumunium foil.

3          ALAT dan BAHAN
1.      Krustang
2.      Lampu spritus
3.      Botol sampel biasa
4.      Botol sampel dengan pemberat
5.      Tali
6.      Kapas
7.      Korek api
8.      Label
9.      Alat tulis

4          CARA KERJA
a.       Pengambilan sampel air kran
1)      Memilih kran yang paling sering digunakan.
2)      Membuka kran dan membiarkan air mengalir selama 2-3 menit atau dalam waktu yang dianggap cukup untuk membersihkan pipa persil, menyesuikan dengan jarak sumber air. Kemudian kran dimatikan.
3)      Mensterilkan mulut kran dengan cara memanaskan/ membakar mulut kran dengan spritus. Jika mulut kran terbuat dari plastik, cara mensterilkan dengan megusapkan alkohol.
4)      Kemudian mengalirkan kran kembali, lalu mengisi air ke dalam botol sampel sampai  volume botol atau minimal 100 ml. Sebelum dan sesudah mengambil mulut botol disterilkan secara aseptik.
5)      Setelah itu, diberi kertas label yang berisikan data-data: nama pengirim, alamat pengirim, tanggal dan jam pengambilan sampel, jenis sampel serta jenis pemeriksaan.

b.      Pengambilan sampel air sumur
1)      Membuka kertas yang membumgkus botol sampel dengan pemberat yang steril secara aseptis dengan memegang botol di bagian bawah yang masih ada kertas bungkusnya sehingga tangan tidak bersentuhan dengan botol.
2)      Kemudian membuka tali dan menurunkan botol pelan-pelan sampai mulut botol masuk dalam air minimal 10 cm dari permukaan (bila kedalaman air memungkinkan).
3)      Setelah terisi penuh, mengangkat botol dan membuang air sampai volume menjadi  volume botol (lebih dari 100 ml).
4)      Kemudian menutup botol secara aseptis serta memberi label.

5          HASIL PENGAMATAN
Di dapatkan sampel air kran dan air sumur yang memenuhi syarat untuk pemeriksaan mikrobiologis.

6         PEMBAHASAN 
            Didapatkan hasil sampel air kran dan air sumur yang memenuhi syatar untuk pemeriksaan selanjutnya karena pengambilan sampel dilakukan secara benar dan aseptis. Botol dan mulut kran disterilkan terlebih dahulu dan pengambilan air sumur secara hati-hati dengan mengusahakan botol tidak menyentuh dinding sumur serta pemegangan botol secara benar yang artinya botol jangan sampai tersentuh tangan melainkan dipegang di bagian bawah botol, bertujuan untuk menghindari kontaminasi dengan bakteri lain. Dan pengambilan air dengan volume  dari volume botol atau masih cukup udara di dalam botol bertujuan untuk mencampur rata sampel sebelum pemeriksaan.

7         KESIMPULAN
1.     Pengambilan sampel adalah mengumpulkan sejumlah volum atau bagian yang akan diteliti, dengan jumlah sekecil mungkin, tapi masih mewakili (representatif) yaitu masih mempunyai sifat-sifat yang sama dengan populasi.
2.   Kunci keberhasilan dalam melakukan pengambilan sampel sampel adalah sterilisasi alat-alat, dilakukan secara aseptis agar terhindar dari kontaminan.
3.      Pemberian label sangat penting dalam pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS